Hikmah puasa
Mengapa Allah SWT mewajibkan orang beriman untuk berpuasa? Tujuan
utama dari puasa adalah untuk membentuk manusia yang bertaqwa. Selain
itu, puasa juga memiliki beberapa hikmah yang sangat mendalam.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT, baik dalam Al-Qur'an maupun
Hadist Rasulullah SAW bahwa hikmah-hikmah puasa tersebut adalah:
1. Meningkatkan derajat orang mukmin menjadi orang yang bertaqwa.
Sebab orang yang bertaqwa itu adalah orang yang paling mulia di sisi
Allah SWT, sesuai firman Allah SWT (QS Al-Hujurat: 13): "Sesungguhnya
yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah yang paling
taqwa di antara kamu."
2. Menyehatkan badan. Sabda Nabi Muhammad SAW: "Berpuasalah agar
kamu sehat." Maka, hikmah yang terkandung dalam puasa, bukan hanya
berguna untuk menyehatkan jiwa belaka, melainkan juga dapat menyehatkan
badan. Ini sebagaimana disabdakan nabi dalam hadist di atas.
3. Mendidik orang untuk memiliki sifat sabar. Jika puasa tersebut
dilakukan dengan sebaik-baiknya maka akan timbul dalam diri seseorang
sifat sabar, karena dalam berpuasa seseorang akan dilatih untuk bisa
menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa,
misalnya makan dan minum. Walaupun makanan dan minuman yang dimiliki
halal, namun ia tidak mau memakan dan meminumnya karena belum waktunya
untuk makan dan minum sampai waktu maghrib.
4. Puasa merupakan pelindung diri dari perbuatan keji dan munkar
atau tidak senonoh. Sebagaimana sabda Nabi SAW: "Puasa itu perisai
(pelindung diri) yang membentengi dari sentuhan api neraka." (HR Ahmad,
Muslim dan Al-Baihaqi).
5. Menanamkan rasa cinta kasih kepada orang fakir dan miskin karena
dapat merasakan penderitaan orang-orang yang kekurangan makanan. Setelah
kita seharian merasakan menahan rasa lapar tentunya akan menumbuhkan
rasa kasih dan sayang kepada orang-orang fakir dan miskin.
Malam Lailatulkadar
Salah satu kemuliaan dan keistimewaan yang terkandung di dalam bulan
suci Ramadhan adalah adanya satu malam yang disebut Lailatulkadar.
Malam Lailatulkadar selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu,
dirindukan dan teramat dinantikan. Pasalnya, malam Lailatulkadar adalah
malam yang penuh berkah, dan lebih baik dari seribu bulan.
Mengapa demikian? Karena, pertama, pada malam tersebut para malaikat
turun ke bumi untuk memberi salam - kesejahteraan, kebahagiaan dan
keselamatan - kepada umat Nabi Muhammad SAW hingga terbit fajar.
Kedua, Allah SWT mengevaluasi ketetapan-Nya terhadap manusia. Paling
tidak, untuk setahun ke depan Allah akan mengoreksi ketetapan-Nya untuk
menjadi lebih baik atau buruk, tergantung bagaimana umat Islam yang
beriman itu memanfaatkan malam-malam turunnya Lailatulkadar secara
optimal dan bermakna.
Ketiga, diturunkannya Al-Quran menjadi pedoman hidup bagi manusia.
Dan keempat, sebagai kado istimewa dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada
khusus umat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabdanya: "Sesungguhnya Allah
telah memberikan kepada umatku malam Al-Qadr dan itu tidak diberikan
kepada umat sebelumnya." (HR Addailamy)
Maka, malam Lailatulkadar selalu menjadi malam yang ditunggu-tunggu,
dirindukan dan teramat dinantikan. Sebab, malam Lailatulkadar adalah
malam yang penuh berkah, dan lebih baik dari seribu bulan. Meskipun
sesungguhnya malam yang istimewa itu dirahasiakan Allah, dan selalu
menjadi misteri kapan persisnya ia turun, namun sebagai umat Islam kita
patut bersyukur.
Dan untuk meraih malam Lailatulkadar kali ini, mari kita tetap
semangat beribadah, bekerja, dan membangun kehidupan rahmatan
lil-alamin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Assalamu'alaikum, blogwalking + cari-cari inspirasi.. ^_^
BalasHapusBlognya sudah saya follow, ditunggu follow baliknya ke Andy Online ya.. ^_^
Salam kenal..